Berbagi Ilmu dan Pengetahuan

  • FIKRI BERBAGI | TEKNOLOGI

    FIKRI BERBAGI - Menyajikan Ilmu dan Pengetahuan tentang teknologi dan komputer dari zaman dahulu sampai yang terkini.

  • FIKRI BERBAGI | AGAMA

    FIKRI BERBAGI - Menyajikan Ilmu dan Pengetahuan tentang apa saja yang ada dalam agama islam.

  • FIKRI BERBAGI | KULINER

    FIKRI BERBAGI - Menyajikan Ilmu dan Pengetahuan tentang berbagai tutorial atau cara pembuatan makanan dan minuman.

  • FIKRI BERBAGI | KEWIRAUSAHAAN

    FIKRI BERBAGI - Menyajikan Ilmu dan Pengetahuan tentang ilmu dalam bidang kewirausahaan.

  • FIKRI BERBAGI | KESEHATAN

    FIKRI BERBAGI - Menyajikan Ilmu dan Pengetahuan tentang tips-tips dalam bidang kesehatan.

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Berikut macam-macam topologi jaringan:

a. Topologi Bus
                Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan.
Keuntungan
·            Hemat kabel
·            Layout kabel sederhana
·      Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain
Kerugian
·         Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
·         Kepadatan lalu lintas pada jalur utama
·        Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan
·         Diperlukan repeater untuk jarak jauh

b. Topologi Token Ring
                Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

c. Topologi Star

                Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server  atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

Keuntungan :
·         Paling fleksibel
·         Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
·         Kontrol terpusat
·         Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan
Kerugian:
·         Boros kabel
·         Perlu penanganan khusus
·         Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

d. Topologi Mesh
                Topologi mesh dibangun dengan memasang link diantara station-station. Sebuah “fully-connected mesh” adalah sebuah jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi unutk di implementasikan. Topology mesh memiliki redudancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.

e. Topologi Extended-Star
                Topologi Extended Star dibangun oleh star network yang dihubungkan secara bersama-sama. Contoh : Setiap gedung dalam suatu kampus memiliki Star network yang telah terpasang, maka setiap network dapat disambungkan secara bersama untuk membentuk sebuah topologi extended star yang bisa meng-cover semua kampus. Karena topologi extended star terdiri dari topologi star yang dihubungkan secara bersama maka topologi extended star memiliki karakteristik yang sama dengan topologi star. Dia dapat mensuport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensuport baik contention maupun token bus access.

f. Topologi Hierarkikal
                Topologi hierarkikal sama seperti topologi extended star hanya pusatnya berupa komputer/host berfungsi sebagai server dan pengontrol lalu lintas data secara hierarkis.


g. Topologi Tree
                Topologi tree dapat berupa gabungan dari topologi star dengan topologi bus. Namun saat ini topologi tree merupakan kumpulan topologi star yang memiliki hirarki, sehingga antar hirarki ada aturan masing-masing.


NETMASK/SUBNETMASK
Untuk pengelompokan pengalamatan, selain nomor IP dikenal juga netmask atau subnetmask. Yang besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask yaitu dengan dikenal, yaitu 255.0.0.0 , 255.255.0.0 dan 255.0.0.0.

Pada dunia jaringan, subnetmask tersebut dikelompokkan yang disebut class dikenal tiga class yaitu :
1. Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
2. Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
3. Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0


Share:

Makalah Algoritma dan Bhs. Pemrograman “Pemrograman Socket (Winsock) dengan VB 6”

“Pemrograman Socket (Winsock) dengan VB 6”
Makalah
Disusun untuk memenuhi mata kuliah Algoritma dan Bhs. Pemrograman (VB I)
Dosen pengampu :
Tholib Hariono, S.Kom.


Oleh Kelompok 3 :
M. Fikri Rofiudin

Program studi Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Informasi
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah
Jombang
2015


Kata Pengantar
            Puji syukur kami ucapakan syukur kepada Tuhan YME yang telah melimpahkan rahamat dan karunianya pada kami sehingga sehingga kami bisa dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya, makalah ini kami beri judul “Pemrograman socket (winsock) dengan VB 6”.
            Dalam kesempatan ini perkenankan kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terselesaikannya penulisan makalah ini  terutama pada Dosen pengampu Mata Kuliah Algoritma dan Bhs. Pemrograman (VB I) yang telah memberikan bimbingan kepada kami dan selanjutnya kepada seluruh teman-teman yang tidak bisa kami sebut satu-persatu akhir kata kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari isi maupun teknik penulisan oleh karna itu pada kesempatan ini kami mengharapkan para pembaca memerikan sumbangan saran atau kritik yang membangun demi kesempunaan makalah kami ini. Semoga usaha makalah kami yang singkat ini di Ridhai oleh Tuhan YME, dan dapat menjadi sumbangan khususnya bagi dunia pendidikan.

Kelompok 3     

Daftar Isi
        i.            Kata Pengantar ..................................................................................................i
      ii.            Daftar Isi ...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................................1
1.      Latar Belakang ..................................................................................................1
2.      Tujuan ...............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................2
A.    Sejarah Socket....................................................................................................2
B.     Jenis-jenis Socket...............................................................................................2
C.     Socket, TCP dan UDP .......................................................................................3
D.    Winsock..............................................................................................................5
E.     Socket Programing.............................................................................................6
BAB III PENUTUP .....................................................................................................8
1.      Kesimpulan ........................................................................................................8
2.      Saran ..................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................9


BAB I
PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang
Seiring dengan pesatnya perkembangan networking di dunia ternyata juga sangat memberi dampak positif yang besar terhadap industri-industri pembuat game seperti yang kita rasakan saat ini dimana banyak game online yang bermunculan di internet diantarannya seperti xian, ragnarok, warcraf dan masih banyak lagi. Bagi anda para pembuat, pengembang game ataupun yang tertarik untuk membuat game, tentunya sangat menginginkan game yang dihasilkan tidak hanya berjalan secara stand alone tetapi juga di dalam jaringan (multi player).
Dalam hal ini, Java dapat menjawab dan memberi solusi kepada para developer untuk membuat game baik di jaringan local maupun global dengan menyertakan pemrograman socket agar permasalahan-permasalahan diatas dapat teratasi. Socket adalah sebuah Class yang disediakan oleh beberapa bahasa pemrograman. Dengan socket, sebuah aplikasi di suatu komputer dapat membuka koneksi untuk menghubungi aplikasi lain di komputer lainnya. Tentu saja aplikasi di komputer yang dihubungi menerima koneksi juga menggunakan socket.
Dengan kata lain socket adalah suatu Class yang digunakan oleh aplikasi untuk saling berhubungan.Paradigma pada aplikasi jaringan berlaku model client-server. Aplikasi yang menginisialisasi koneksi, disebut aplikasi client. Sedangkan aplikasi yang menerima inisialisasi disebut sebagai aplikasi server. Oleh karena itu, jika kita membangun suatu aplikasi jaringan yang lengkap, maka kita harus membuat aplikasi client maupun aplikasi server.

      2.      Tujuan
Memahami konsep jaringan menggunakan socket (Winsock).


BAB II
PEMBAHASAN
      A.    Sejarah Socket
Socket adalah mekanisme komunikasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antar program atau proses baik dalam satu mesin maupun antar mesin. Gaya pemrograman socket sendiri berawal dari sistem Unix BSD yang terkenal dengan kepeloporannya pada bidang penanganan jaringan, sehingga sering disebut BSD Socket. Socket pertama kali diperkenalkan di sistem Unix BSD versi 4.2 tahun 1983 sebagai kelanjutan dari implementasi protokol TCP/IP yang muncul pertama kali pada sistem Unix BSD 4.1 pada akhir 1981. Hampir setiap variant Unix dan Linux mengadopsi BSD Socket. Pada lingkungan Unix, socket memberikan keleluasaan pemrograman gaya Unix yang terkenal dengan ideologinya, Semua di Unix/Linux adalah file. Komunikasi antar program dapat berlangsung lewat penggunaan deskriptor file standar Unix dengan bantuan socket.
Keunggulan dari penggunaan socket adalah anda dapat melakukan komunikasi antar proses/program melalui jaringan berbasis yang TCP/IP tentunya, bahkan dengan program lain yang berjalan pada platform non-unix seperti Microsoft Windows, sepanjang program tersebut berbicara dalam protokol transfer yang sama. Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh mesin unix seperti rlogin, ssh, ftp, dan lain-lain menggunakan socket sebagai sarana komunikasi mereka. Socket dibentuk dan digunakan dengan cara yang berbeda. Komunikasi socket terutama diciptakan untuk tujuan menjembatani komunikasi antara dua buah program yang dijalankan pada mesin yang berbeda. Jangan khawatir, ini tentu saja berarti dua program pada mesin yang sama dapat juga saling berkomunikasi. Kelebihan lain dari komunikasi socket adalah mampu menangani banyak klien sekaligus (multiple clients).

      B.     Jenis Socket
Ada dua golongan socket di Unix yang paling umum dipakai yaitu:
1.   Socket Lokal atau AF_UNIX
Socket Lokal adalah socket yang melakukan komunikasi dengan perantaraan sebuah file yang biasanya diletakkan pada direktori /tmp atau /usr/tmp ataupun /var/tmp. Socket semacam ini digunakan umumnya terbatas untuk komunikasi antar aplikasi dalam satu mesin.
2. Socket Networking atau AF_INET
Socket Networking ditujukan untuk komunikasi antar aplikasi antar mesin dalam lingkungan jaringan TCP/IP. Identifikasi socket dilakukan dengan sebuahservice identifier yaitu berupa nomor port TCP/IP yang dapat di sambung oleh client.
Socket Networking memiliki beberapa jenis, yang paling umum digunakan yaitu:
a.   Socket Stream atau SOCK_STREAM
Socket Stream adalah socket komunikasi full-duplex berbasis aliran (stream) data. Pada model komunikasi Socket Stream, koneksi dua aplikasi harus dalam kondisi tersambung dengan benar untuk dapat bertukar data. Ini dapat dianalogikan seperti komunikasi telepon. Jika sambungan telepon di salah satu titik putus, maka komunikasi tidak dapat terjadi. Koneksi model seperti ini akan menjamin data dapat dipertukarkan dengan baik, namun memiliki kelemahan dalam hal penggunaan jalur data yang relatif besar dan tidak boleh terputus.
b.   Socket Datagram atau SOCK_DGRAM
Socket Datagram berkomunikasi dengan cara yang berbeda. Socket ini tidak membutuhkan koneksi yang tersambung dengan benar untuk mengirimkan dan menerima data. Model koneksi semacam ini tidak dapat menjamin data dapat dipertukarkan dengan baik, namun memiliki keunggulan dalam hal penggunaan jalur data yang minimal. Socket Datagram dapat dianalogikan dengan komunikasi yang terjadi pada kelas, misalnya pada saat guru melakukan broadcasting materi pelajaran untuk diterima oleh setiap murid. Tidak ada yang dapat menjamin materi pelajaran dapat diterima oleh semua murid dengan baik, kecuali diterapkan metoda rechecking. Rechecking ini dapat dilakukan baik oleh guru maupun murid. Guru bertanya untuk memastikan jawaban dari murid benar, atau murid bertanya untuk memastikan kebenaran materi yang diterimanya. Socket Datagram pun menggunakan metoda ini untuk menjamin pengiriman data dapat dilakukan dengan baik.

      C.     Socket, TCP Dan UDP
a)      Mengenal Socket
Pengertian socket adalah interface pada jaringan yang menjadi titik komunikasi antar mesin pada Internet Protocol, dan tentunya tanpa komunikasi ini, tidak akan ada pertukaran data dan informasi jaringan.
Socket terdiri dari elemen-elemen utama sebagai berikut:
1. Protokol.
2. Local IP.
3. Local Port.
4. Remote IP.
5. Remote Port.
Dalam komunikasi antara dua pihak, tentunya harus digunakan kesepakatan aturan dan format yang sama agar komunikasi dapat dimengerti. Seperti halnya dua orang yang menggunakan bahasa yang sama, maka bahasa di sini berfungsi sebagai protokol. Protokol yang digunakan dalam socket dapat menggunakan TCP ataupun UDP.
Contoh komunikasi sederhana adalah komunikasi antara komputer A dan komputer B. Baik komputer A maupun komputer B harus memiliki identitas unik, yang direpresentasikan oleh IP masing-masing. Komunikasi yang terjadi melalui port, sehingga baik komputer A maupun komputer B harus memiliki port yang dapat diakses satu sama lain.
b)      TCP dan UDP
Pemrograman socket adalah cara untuk menggunakan komponen/API (Application Programming Interface) socket untuk membuat sebuah aplikasi.
Aplikasi socket umumnya terdiri dari dua kategori berdasarkan pengiriman datanya, yaitu:
a. Datagram socket (menggunakan UDP).
b. Stream socket (menggunakan TCP).
Terdapat perlakuan yang berbeda antara UDP dan TCP, walaupun sama-sama berfungsi sebagai protokol pertukaran data.
UDP tidak memerlukan proses koneksi terlebih dahulu untuk dapat mengirimkan data, paket-paket data yang dikirimkan UDP bisa jadi melalui rute yang berbeda-beda, sehingga hasil yang diterima bisa jadi tidak berurutan.
Contohnya jika aplikasi socket pengirim mengirimkan berturut-turut pesan 1, pesan 2, dan pesan 3, maka aplikasi socket penerima belum tentu mendapatkan pesan yang berurutan dimulai dari pesan 1, pesan 2, dan terakhir pesan 3. Bisa saja pesan 2 terlebih dulu diterima, menyusul pesan-pesan yang lain, atau berbagai kemungkinan lainnya. Bahkan, dapat terjadi pesan yang dikirimkan tidak sampai ke penerima karena kegagalan pengiriman paket data.
Tidak demikian halnya dengan stream socket yang menggunakan TCP. Jenis ini mengharuskan terjadinya koneksi terlebih dahulu, kemudian mengirimkan paket-paket data secara berurutan, penerima juga dijamin akan menerima data dengan urutan yang benar, dimulai dari data pertama yang dikirimkan hingga data terakhir. TCP dapat menangani data yang hilang, rusak, terpecah, ataupun terduplikasi.  
Dari sekilas perbedaan ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa aplikasi socket yang menggunakan TCP memerlukan pertukaran data dua arah yang valid. Sedangkan, aplikasi socket yang menggunakan UDP lebih memprioritaskan pada pengumpulan data.
Karena itu aplikasi socket dengan TCP sering diterapkan untuk aplikasi chat, transfer le, ataupun transaksi-transaksi penting. Sedangkan aplikasi socket dengan UDP cocok diterapkan untuk aplikasi monitoring jaringan, game online, dan aplikasi-aplikasi broadcast.
       D.    Winsock
Untuk pemrograman aplikasi socket berbasis Windows, maka komponen API yang sering digunakan adalah Winsock (Win-dows Socket API) yang mendukung interface standar TCP/IP, yang merupakan protokol jaringan paling popular saat ini (contoh protokol jaringan yang lain adalah NetBIOS, IPX dari Novell, AppleTalk dari Apple, dan sebagainya).
Pengertian TCP/IP (TCP over IP) mungkin dapat menjadi sedikit rancu jika diartikan TCP/IP hanya mengizinkan pengiriman TCP (dan tidak UDP), padahal seperti yang telah kita bahas, pengiriman socket dapat melalui TCP maupun UDP.
Pengertian TCP/IP di sini sebenarnya digunakan untuk menunjukkan teknologi jaringan/Internet, termasuk di dalamnya adalah UDP. Jika Anda menggunakan UDP, dapat juga disebut sebagai UDP/IP (UDP over IP), tetapi umumnya istilah ini jarang digunakan dan istilah TCP/IP telah mencakup, baik TCP maupun UDP.
Pada bahasa pemrograman visual seperti Visual Basic/Delphi, Anda dapat menggunakan control Winsock yang telah disediakan untuk mengembangkan aplikasi socket.
Walaupun kita akan mencontohkan aplikasi socket dalam environment Windows, Anda tidak perlu khawatir jika aplikasi socket yang menggunakan Winsock tidak dapat berkomunikasi dengan aplikasi socket berbasis Unix/Linux, karena komunikasi tetap dapat terjadi selama aplikasi tersebut menggunakan protokol jaringan yang sama.
Bagi Anda yang terpaksa hanya menggunakan satu komputer, dapat memanfaatkan alamat localhost atau 127.0.0.1 yang mengizinkan dua aplikasi berjalan pada satu mesin komputer dan berkomunikasi satu sama lain.

       E.     Socket Programing
Socket adalah sebuah cara untuk berkomunikasi dengan program atau node lain menggunakan file deskriptor. Di UNIX (dimana socket diciptakan) kita sering mendengar slogan: “everything is a file”, jadi untuk berkomunikasi dengan program atau node lain semudah kita membaca dan menulis file deskriptor. Antarmuka socket dan file adalah mirip, jika pada file kita membukanya dengan open() sedangkan pada socket kita manggunakan socket(). Pada file deskriptor yang menjadi tujuan adalah sebuah file, sedangkan pada socket adalah komputer atau node lain. Intinya ketika kita telah terhubung dengan socket(), maka antarmukanya sama saja dengan sebuah file. Sebuah abstraksi perangkat lunak yang digunakan sebagai suatu “terminal” dari suatu hubungan antara dua mesin atau proses yang saling berinterkoneksi
Penggunaan socket programming memungkinkan adanya komunikasi antara client dan server. Salah satu contoh sederhana penggunaan socket programming adalah pembuatan program untuk chatting. Program tersebut sebenarnya merupakan bentuk aplikasi berupa komunikasi antara client dan server. Ketika seorang user (client) melakukan koneksi ke chat server, program akan membuka koneksi ke port yang diberikan, sehingga server perlu membuka socket pada port tersebut dan “mendengarkan” koneksi yang datang. Socket sendiri merupakan gabungan antara host-adress dan port adress. Dalam hal ini socket digunakan untuk komunikasi antara client dan server.
Socket merupakan fasilitas IPC (Inter Proses Communication) untuk aplikasi jaringan. Agar suatu socket dapat berkomunikasi dengan socket lainnya, maka socket butuh diberi suatu alamat unik sebagai identifikasi. Alamat socket terdiri atas Alamat IP dan Nomer Port. Contoh alamat socket adalah 192.168.29.30: 3000, dimana nomer 3000 adalah nomer portnya. Alamat IP dapat menggunakan alamat Jaringan Lokal (LAN) maupun alamat internet. Jadi socket dapat digunakan untuk IPC pada LAN maupun Internet.

BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Socket adalah mekanisme komunikasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antar program atau proses baik dalam satu mesin maupun antar mesin. Untuk pemrograman aplikasi socket berbasis Windows, maka komponen API yang sering digunakan adalah Winsock (Win-dows Socket API) yang mendukung interface standar TCP/IP, yang merupakan protokol jaringan paling popular saat ini (contoh protokol jaringan yang lain adalah NetBIOS, IPX dari Novell, AppleTalk dari Apple, dan sebagainya). ada dua jenis socket yang bisa digunakan untuk membangun aplikasi, yakni TCP Socketdan UDP Socket. Perbedaan utamanya adalah, di model TCP digunakan konsep connection oriented dan reliable data transfer, sedangkan di model UDP digunakan konsep connectionless oriented dan unreliable data transfer.

Jadi Socket Programing adalah sebuah cara untuk berkomunikasi dengan program atau node lain menggunakan file deskriptor. Dan Winsock merupakan standar API jaringan pada semua varian dari sistem operasi Microsoft Windows. Sampai saat artikel ini ditulis, Winsock mencapai versi 2.2 yang merupakan penyempurnaan dari versi 2.1.


2.      Saran
Apabila ada kekurangan dalam materi diatas sebaiknya anda search di Google atau bertanya kepada dosen mata kuliah anda.

DAFTAR PUSTAKA
Mbah Google ^_^

Share:

MAKALAH JARINGAN TOPOLOGI STAR

“Jaringan Topologi Star”
Makalah
Disusun untuk memenuhi mata kuliah Jaringan Komputer dan Komunikasi Data
Dosen pengampu :
Agus Syifaun Najah, S.Kom.


Oleh Kelompok:
M. Fikri Rofiudin

Program studi Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Informasi
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah
Jombang
2015


Kata Pengantar
          Puji syukur kami ucapakan syukur kepada Tuhan YME yang telah melimpahkan rahamat dan karunianya pada kami sehingga sehingga kami bisa dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya, makalah ini kami beri judul “Jaringan Topologi Star ”.
            Dalam kesempatan ini perkenankan kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terselesaikannya penulisan makalah ini  terutama pada Dosen pengampu Mata Kuliah Jaringan Komputer dan Komunikasi Data yang telah memberikan bimbingan kepada kami dan selanjutnya kepada seluruh teman-teman yang tidak bisa kami sebut satu-persatu akhir kata kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari isi maupun teknik penulisan oleh karna itu pada kesempatan ini kami mengharapkan para pembaca memerikan sumbangan saran atau kritik yang membangun demi kesempunaan makalah kami ini. Semoga usaha makalah kami yang singkat ini di Ridhai oleh Tuhan YME, dan dapat menjadi sumbangan khususnya bagi dunia pendidikan.

Kelompok               
Daftar Isi
        i.            Kata Pengantar ..................................................................................................i
      ii.            Daftar Isi ...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................................1
1.      Latar Belakang ..................................................................................................1
2.      Tujuan ...............................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................2
A.    Pengertian Jaringan Topologi Star ...................................................................2
1)      Karakteristik Topologi Star ...........................................................................2
B.     Kelebihan Dan Kekurangan Jaringan Topologi Star ........................................3
C.     Cara Membuat Jaringan Topologi Star ............................................................4
BAB III PENUTUP ...................................................................................................8
1.      Kesimpulan ......................................................................................................8
2.      Saran ................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................9

BAB I
PENDAHULUAN
      1.      Latar Belakang

Teknologi komputer sangat diperlukan dalam membantu meningkatkan kinerja suatu perusahaan dewasa ini. Tahun demi tahun orang mulai menggunakan komputer yang saat ini dikenal dengan Personal Computer (PC). Asal mulanya Personal Computer digunakan oleh masing-masing orang dan berdiri sendiri (stand alone). Komputer-komputer tersebut tidak terhubung satu sama lainnya. Namun orang kemudian berpikir bahwa pengolahan data yang bersifat stand alone tersebut di rasa sangat lambat dan tidak efisien. Untuk PC stand alone, program aplikasi harus dimuat ke masing-masing PC, dan prosesnya harus berpindah-pindah PC. Untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalisir waktu yang dibutuhkan maka diciptakan suatu jaringan yang saat ini dikenal dengan nama jaringan komputer.

Jaringan ini disusun berdasarkan beberapa metode yang dikenal dengan topologi jaringan. Diantaranya ada yang dikenal dengan star network atau jaringan bintang dan masih banyak lagi yang lainnya.
Untuk mengetahui lebih dalam lagi, dalam paper akan dijelaskan mengenai jenis-jenis topologi jaringan, kekurangan-kekurangannya beserta cara penangannya.
       2.      Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas, makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang jaringan topologi star beserta kekurangan dan kelebihannya, dan Cara pembuatannya.

BAB II
PEMBAHASAN
        A.     Pengertian Jaringan Topologi Star
Pengertian Jaringan Topologi Bintang atau yang lebih sering disebut dengan Topologi Star adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan berupa bentuk bintang (star). Pada topologi ini kita sudah menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan jaringan komputer.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas, prinsip topologi star adalah merupakan kontrol  terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut ke semua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
1).  Karakteristik Topologi Star
Berikut adalah karakteristik Topologi Star
·       Mudah di kembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsug terhubung ke central node.
·       Setiap Node berkomunikasi secara langsung dengan central node. Traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
·       Jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa menggangu jaringan lain.
·       Dapat di gunakan Kabel Lower karena hanya meng-handle satu trafik node dan biasannya mengunakan kabel UTP.
       B.     Kelebihan Dan Kekurangan Jaringan Topologi Star
           1.      Kelebihan Dari Topolog Star
Kelebihan dari Topologi star adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri  untuk setiap workstation ke server, maka Bandwidth atau lebar jalur kominikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan menambah/ meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terjadi/terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan sengan server, dan jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan.

Keuntungan :
            -Palingfleksibel.
            -Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian
              jaringan lain.
            - Kontrol terpusat.
            - Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan.
            - Kemudahaan pengelolaan jaringan.

     2.     Kekurangan Dari Topologi Star
kekurangna dari Topolog Star adalah Kebutuhan kabel yuang lebih besar dibandingkan dengan Topologi yang lain. Karena setiao workstation harus memiliki kbel tersendiri untuk terhubung dengan Hub/Swich dan juga membutuhkan penanganan secara khusus.

Kerugian:
            - Boros kabel.
            - Perlu penanganan khusus.
            - Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis.
       C.     Cara Membuat Jaringan Topologi Star
        Dalam Membuat Jaringan Local Area Network dengan Topologi Star, kita harus menyiapkan alat dan bahan, diantaranya:
1.    Beberapa komputer/laptop.
2.    Switch.
3.    Kabel UTP.
4.    Konektor RJ-45
5.    Crimping Tools.
6.    LAN Tester.
<O> Membuat sambungan dengan kabel UTP untuk penghubungan antar PC dan perangkat lainya. 
1.      Persiapkan kabel UTP dengan panjang jangan lebih dari 100m, karena jika lebih maka dalam sharing data atau sumber daya akan menjadi lamabat. Jika memang jarak antar perangkat terlalu jauh, maka memerlukan switch atau bisa juga repeater untuk menyambungkan kabel UTP setiap panjangnya mencapai 100m.
2.      Kupas 2 ujung kabel UTP bagian luar, namun jangan mengupas kabel bagian dalam. Terdapat 8 kabel di dalamnya dengan warna yang berbeda.
3.      Delapan kabel ini memiliki warna yang berbeda. Urutkan kabel-kabel ini dimulai dari kiri dengan serapih mungkin.
<O> Ada dua jenis pengurutan kabel, yaitu:
a. Tipe T568-A : hijau+putih, hijau, jingga+putih, biru, biru+putih, jingga, coklat+putih, coklat.
b. Tipe T568-B : jingga+putih, jingga, hijau+putih, biru, biru+putih, hijau, coklat+putih, coklat.
Dan ada dua jenis jalur penyambungan (tipe pengurutan kabel pada ujung 1 dan ujung lainya), yaitu:
a. Straight Trought : T568-B ke T568-B.
b. Cross Over : T568-B ke T568-A.
4.      Ratakan panjang kedelapan kabel yang telah diurutkan dengan cara memotongnya. Dalam memotong kabel kita bisa gunakan Crimping Tools.
5.      Setelah selesai menentukan urutan kabel dan jalur penyambungan, masukan kabel UTP pada konektor RJ-45. Posisi konektor RJ-45, bagian centelan yang menjadi pengunci antara konektor dan port berada di bawah. Untuk mengencangkan konektor dan kabel, kuatkan menggunakan Crimping Tools.
6.      Buatlah kabel UTP dengan jenis jalur penyambungan Straight Trough dan Cross Over sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Uji koneksi kabel UTP denga LAN Tester.
<O> Menghubungkan antar komputer dan perangkat lainya.
saya akan mencontohkan penghubungan jaringan dengan menggunakan Topologi Star, sumber daya yang akan dibagikan adalah printer, menggunakan dua buah switch (24 port/switch), satu server dan 28 client. Jadi saya membutuhkan 29 kabel UTP jenis Straiht Trough dan 1 kabel UTP jenis Cross Over. Untuk sobat sesuaikan dengan jumlah dan jenis yang dibutuhkan.
1). Sambungkan Printer pada komputer yang akan dijadikan server dengan konektor bawaan printer. Pastikan driver printer telah terinstal dan printer siap dipakai.
2). Sambungkan PC Server  dengan switch pertama menggunakan kabel UTP jenis Straight Trough.
3). Sambungkan switch pertama dengan switch kedua dengan kabel UTP jenis Cross Over. Jika sobat hanya menggunakan 1 switch bisa langsung disambungkan pada PC client.
4). Sambungkan kedua switch ini dengan 28 PC host/client dengan 28 kabel UTP jenis Straight Trough.
5). Setelah semua terhubung, atur IP Address stiap PC dengan ip address kelas yang sama. Contohnya kita gunakan IP address kelas C. Salah satu caranya (pada windows 7): masuk Control Panel >> Network and Internet >> Network and Sharing Center >> Network Connection (Change Adapter Setting) >> klik kanan - Properties pada Local Area Connection >> Internet Protocol Version 4 (karena yang akan saya gunakan IP V4).
6). Untuk mengatur IP Address-nya sobat harus tau aturan pemberian IP Address pada komputer, di bawah ini adalah sebagai contoh:

7). Cek koneksi di PC Client pada PC Server, caranya dengan melakukan PING dari PC client pada PC Server. Buka Command Prompt dengan Administrator, langsung saja ketikan perintah "ping<spasi>IP Address Server". Contohnya pada jaringan yang sedang kita bahas ini "ping 192.255.255.1", lalu tekan Enter. Jika muncul keterangan "reply from <IP Address Server>" (dalam jaringan yang sedang dibahas "reply from 192.255.255.1"), maka PC client telah terkoneksi pada PC yang menjadi server.
7. Setelah semua perangkat telah terhubung membentuk sebuah jaringan, kita bisa mulai untuk sharing data,sumber daya dll.
<O> Membuat Jaringan Local Area Network dengan Topologi Star telah selesai. Kini 28 PC client dapat menggunakan data atau sumber daya dari PC Server.

BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Topologi bintang/ star adalah suatu cara untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer yang lainnya sehingga dapat membentuk jaringan berupa bentuk bintang (star).
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat jaringan topologi star antara lain :
·         Konektor RJ45
·         Kabel UTP
·         Crimping tool / tang crimping
·         LAN Tester / Kabel Tester
·         PC / Laptop

·         Switch / HUB
2.      Saran
Sebaiknya ikuti petunjuk / tutorial agar hasilnya maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
            Mbah Google ^_^
Share:

Popular Posts

Fikri Rf. Diberdayakan oleh Blogger.

Collection

MY PHOTO
-------------------------------------------------
MY TELEVISION
-------------------------------------------------
MY MUSIC
-------------------------------------------------

Label

Recent Posts